Header Ads

Syawalan dan HUT ke-63 DHD 45 DIY, Menghidupkan Kembali Semangat Juang Generasi Penerus




Yogyakarta(mediarakyatkita.com)

— Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 DIY menggelar Syawalan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di Gedung Juang 45, Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum menguatkan kembali semangat perjuangan generasi penerus bangsa.


Ketua DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 DIY,Ir Bambang Wisaksono MT. mengatakan Syawalan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan hari lahir organisasi. Momentum tersebut, kata dia, menjadi pengingat pentingnya menjaga kesinambungan nilai perjuangan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


Menurut Bambang, Syawalan juga menjadi kesempatan mempererat kembali hubungan antaranggota setelah aktivitas organisasi berkurang selama Ramadan. Ia menilai, organisasi kemasyarakatan saat ini menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan masa sebelumnya.


“Dulu organisasi kemasyarakatan dibina untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa. Sekarang tantangannya lebih berat, kegiatan semakin terbatas. Karena itu, Syawalan dan ulang tahun organisasi ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kebersamaan dan semangat perjuangan,” kata Bambang.


Ia menjelaskan, DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 memiliki peran sebagai pelestari nilai-nilai perjuangan 1945. Semangat tersebut, menurut dia, harus terus dihidupkan agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang, bukan hadiah dari bangsa lain.


Bambang menambahkan, tujuan kemerdekaan Indonesia selaras dengan cita-cita nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan masyarakat adil dan makmur, menjaga keamanan, serta berperan aktif dalam perdamaian dunia.


“Jiwa dan semangat 45 harus terus diperbarui. Generasi pelaku 1945 sebagian besar sudah tiada. Kini tanggung jawab itu berada pada generasi penerus untuk menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan,” ujarnya.


Ia juga menyinggung berbagai persoalan bangsa, seperti korupsi, ketidakadilan, dan penyimpangan nilai kebangsaan, sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjuangan bangsa belum selesai.


“Untuk apa kita merdeka kalau masyarakat belum sejahtera? Para pejuang telah berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan. Generasi sekarang harus melanjutkan perjuangan dengan mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata dia.


Bambang berharap melalui Syawalan dan peringatan HUT ke-66 ini, semangat juang 1945 terus ditularkan kepada generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan.


“Semangat 45 harus menjadi virus positif yang menular kepada generasi muda agar mereka memahami tujuan kemerdekaan dan bersama-sama membangun Indonesia yang adil, makmur, aman, dan sejahtera,” ujarnya.


Acara Syawalan dan peringatan HUT ke-63 DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 DIY berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti anggota organisasi, generasi penerus pejuang, serta tokoh masyarakat yang berkomitmen menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa.(Tyo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.