Header Ads

SKAGATA 5K 2026, Sebut SMKN 3 Sukses Di Gelar



Yogyakarta (mediarakyatkita.com). 

---Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan SKAGATA 5K 2026 yang digelar SMK Negeri 3 Yogyakarta (SKAGATA) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 sekolah, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, ajang lari yang melibatkan peserta mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut menjadi wadah penting untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini.


Hasto menilai konsep yang diusung SMKN 3 Yogyakarta berbeda dengan kebanyakan ajang lari yang selama ini banyak diikuti kalangan dewasa. Kehadiran kategori khusus pelajar, terutama siswa SD, menjadi nilai lebih karena mampu menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak dini sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.


"Menurut saya ini sangat bagus. SMK Negeri 3 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan olahraga lari 3K dan 5K yang mampu memotivasi anak-anak untuk mencintai olahraga sejak usia dini. Menanamkan kebiasaan berjalan kaki, berlari, dan hidup sehat sejak kecil merupakan investasi yang sangat penting," ujar Hasto.


Ia mengatakan, selama menghadiri berbagai event lari, mayoritas peserta merupakan orang dewasa yang mengikuti lomba untuk menjaga kebugaran atau sekadar menikmati suasana. Namun, SKAGATA 5K memiliki tujuan yang lebih besar karena menghadirkan kompetisi prestasi bagi pelajar.


"Kalau saya datang ke berbagai event lari, kebanyakan pesertanya orang dewasa, bahkan sudah lanjut usia. Mereka ikut untuk bersenang-senang. Berbeda dengan SKAGATA 5K. Di sini saya melihat ada kompetisi prestasi. Ini adalah tempat lahirnya bibit-bibit atlet yang nantinya bisa berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," katanya.


Hasto menambahkan, inilah keunggulan yang dimiliki SMKN 3 Yogyakarta dalam merayakan hari jadinya. Menurutnya, peringatan ulang tahun sekolah tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembinaan olahraga pelajar.


"Ini nilai positif yang luar biasa. SMKN 3 tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi juga menghadirkan ruang kompetisi yang sehat bagi generasi muda. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.


Selain mengapresiasi penyelenggaraan SKAGATA 5K, Hasto juga menyampaikan pesan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan segera dimulai secara nasional. Ia berharap seluruh sekolah mampu menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada pelayanan, empati, dan pembentukan karakter peserta didik.


Menurut Hasto, sekolah-sekolah swasta perlu terus mengembangkan rasa empati terhadap kondisi ekonomi keluarga peserta didik. Banyak orang tua yang memilih sekolah swasta karena tidak memperoleh kursi di sekolah negeri atau ingin memenuhi harapan anaknya meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.


"Saya berharap sekolah-sekolah swasta memiliki empati terhadap peserta didik dan keluarganya. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang memahami kondisi sosial dan ekonomi setiap siswa. Nilai empati, etos, logos, dan patos harus terus dikembangkan dalam dunia pendidikan," tuturnya.


Ia juga mengajak sekolah-sekolah negeri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Menurutnya, sekolah negeri memiliki tanggung jawab besar karena didukung anggaran negara dan tenaga pendidik yang telah difasilitasi pemerintah.


"Sekolah negeri harus mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga masyarakat semakin percaya dan bangga menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri. Khusus di jenjang SD, pelayanan yang berkualitas menjadi kunci agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat pendidikan yang diberikan pemerintah," jelasnya.


Sementara untuk jenjang SMP, Hasto mengakui Pemerintah Kota Yogyakarta masih terus berupaya menambah kapasitas infrastruktur pendidikan agar mampu menampung kebutuhan masyarakat.


"Saya mengajak seluruh guru untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memiliki rasa empati kepada peserta didik beserta keluarganya. Pendidikan yang berkualitas lahir dari guru-guru yang bekerja dengan hati," katanya.


Sementara itu, Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, mengatakan SKAGATA 5K merupakan agenda tahunan sekolah yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-61 SMKN 3 Yogyakarta.


Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menyediakan ruang kompetisi bagi atlet-atlet muda, khususnya pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus mendukung pembinaan olahraga sejak usia sekolah.


"Tahun ini SKAGATA 5K diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari enam provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Bali. Kami berharap event ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berprestasi," ujar Widada.


Menurutnya, penyelenggaraan SKAGATA 5K juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya melalui pembiasaan berolahraga di lingkungan pendidikan.


"Kami ingin berkontribusi dalam menyukseskan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satunya melalui pembiasaan olahraga. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus diberikan ruang untuk berkembang dan berprestasi," katanya.


Widada menambahkan, berbeda dari tahun sebelumnya, SKAGATA 5K 2026 menghadirkan kategori baru bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Penambahan kategori tersebut merupakan bentuk ajakan agar budaya hidup sehat tidak hanya diterapkan oleh siswa, tetapi juga seluruh warga sekolah.


Tahun ini, SKAGATA 5K mempertandingkan delapan kategori, yaitu 3K SD Putra, 3K SD Putri, 5K SMP Putra, 5K SMP Putri, 5K SMA/SMK Putra, 5K SMA/SMK Putri, 5K GTK Putra, dan 5K GTK Putri.


Ketua Panitia SKAGATA 5K 2026, Arpeni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini kembali menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk pencatatan waktu peserta secara otomatis dan akurat melalui timing chip yang terpasang pada BIB Number.


Selain didukung sistem penilaian profesional, seluruh lintasan juga dilengkapi marshal, water station, layanan medis, ambulans, area start dan finis yang steril, serta pengamanan demi menjamin keselamatan peserta selama perlombaan.


Melalui penyelenggaraan SKAGATA 5K 2026, SMKN 3 Yogyakarta berharap event ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga berkembang menjadi ajang lari pelajar tahunan yang mampu mencetak atlet-atlet muda, memperkuat budaya hidup sehat, serta menjadi salah satu agenda olahraga pelajar bergengsi di Yogyakarta. (tyo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.