Header Ads

AVMS Indonesia Tegaskan Komitmen Bangun Industri Modeling, Siapkan Langkah Hukum Hadapi Isu Negatif



Sleman (mediarakyatkita.com).

 – Arby Vembria Modeling School (AVMS) Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan industri modeling nasional sekaligus melindungi reputasi lembaga dari berbagai informasi yang dinilai merugikan. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kantor AVMS Indonesia, Jalan Kaliurang Timur No. 350, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).


Konferensi pers dipimpin langsung oleh Founder sekaligus Direktur AVMS Indonesia, Arby Vembria, didampingi tim manajemen serta kuasa hukum dari Kantor Hukum Candramawa & Co. Sejumlah jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik turut menghadiri kegiatan tersebut.


Dalam kesempatan itu, Arby menjelaskan bahwa AVMS Indonesia merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang modeling, fashion, dan industri kreatif. Selama lebih dari tujuh tahun beroperasi, AVMS terus mengembangkan kurikulum dengan pendekatan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan industri nasional maupun internasional.


Program yang ditawarkan meliputi Executive Class, Advance Class, Regular Teen Class, Regular Kids Class, Acting Class, Create the Content Class, serta Personal Branding Class.


Menurut Arby, ribuan peserta telah mengikuti pendidikan di AVMS Indonesia. Tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Singapura, Thailand, dan Afrika Selatan.


"Sejak berdiri, visi kami adalah mencetak talenta yang profesional sekaligus ikut mendorong kemajuan industri fashion dan entertainment Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Arby.


Selain berfokus pada pendidikan, AVMS Indonesia juga aktif menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan. Di antaranya kampanye Fashion Stop Bullying, program Rumah Mimpi yang memberikan pelatihan modeling gratis bagi anak-anak kurang mampu, serta AVMS Fashion Movement yang menjadi wadah promosi bagi pelaku UKM dan UMKM.


AVMS juga memperluas jejaring internasional melalui program pertukaran budaya dan promosi karya kreatif Indonesia. Pada 2024, lembaga tersebut membawa produk UMKM Yogyakarta ke Cape Town, Afrika Selatan, disusul misi ke Singapura pada 2025 dengan memperkenalkan karya kreatif dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, AVMS secara berkala menyelenggarakan pelatihan modeling di Shanghai, Cape Town, dan Singapura.


Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Arby mengakui pihaknya menghadapi sejumlah persoalan yang dinilai berdampak terhadap nama baik lembaga. Selama ini, AVMS memilih menyelesaikan berbagai persoalan secara internal agar tetap fokus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan.


Namun, menurutnya, penyebaran berbagai informasi yang dianggap tidak sesuai fakta telah menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun immateriil. Karena itu, AVMS Indonesia kini menunjuk Kantor Hukum Candramawa & Co untuk mendampingi langkah hukum yang akan ditempuh.


"Kami memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang telah menyebarkan atau mempublikasikan informasi yang merugikan AVMS Indonesia untuk melakukan klarifikasi dalam waktu 30 hari, atau hingga akhir Juli 2026. Apabila tidak ada itikad baik, maka mulai awal Agustus 2026 kami akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Arby.


Dalam kesempatan yang sama, Arby juga mengumumkan rencana pembentukan Arby Vembria Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang akan berfokus pada perlindungan, pemberdayaan, dan pengembangan profesi model serta talenta kreatif di Indonesia.


Yayasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri, model profesional, pelatih, institusi pendidikan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem industri fashion nasional.


Menurut Arby, keberadaan yayasan itu nantinya akan mendorong terciptanya perlindungan profesi model yang lebih baik, mulai dari kepastian hubungan kerja, perlindungan hukum, akses terhadap asuransi, perizinan profesi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.


"Harapan kami, yayasan ini menjadi wadah yang mampu memperjuangkan hak-hak profesi model sekaligus memperkuat daya saing talenta Indonesia di industri fashion dan entertainment, baik di tingkat nasional maupun global," pungkas:Arby(Bidin/Adi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.