Warga Desak Polisi dan Dishub Tertibkan Truk Pembawa Galian C di Jalan Tempel - Seyegan
Sleman (mediarakyatkita.com) - Truk pengangkut galian C diduga milik PT APB di Jalan Tempel - Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, dikeluhkan warga di wilayah itu. Keluhan warga sepanjang jalan yang dilintasi armada bukan tanpa alasan.
Sebagaimana diketahui, truk pengangkut galian C, rupanya masih menjadi momok di masyarakat, termasuk di wilayah Seyegan, Sleman. hak ini terjadi karena keberadaan truk membawa dampak negatif di tengah masyarakat.
Lantas, terkait penertiban armada yang meresahkan masyarakat ini, menjadi tanda tanya. Apakah kewenangan Polisi atau Dinas Perhubungan. Terlebih, didapati banyak truk pembawa material galian C tanpa penutup bagian bak ruang publik.
Dalam keluhan warga, keberadaan angkutan galian C di wilayah mereka sangat meresahkan baik dari segi polisi debu, kebisingan, kerusakan jalan hingga ancaman gangguan kesehatan masyarakat seperti ISPA.
Seorang perwakilan warga Krapyak, Seyegan mengaku bernama Yanpan (47), mengatakan bahwa poin keluhan utama warga terkait armada pengangkut galian C ke perusahaan penggilingan split yakni kerusakan jalan umum.
"Keluhan warga ini ya, jalan menjadi berlubang, berlumpur saat hujan, dan memicu kecelakaan lalu lintas. Bahkan sering ada warga yang jatuh akibat nabrak lubang," ujar Yanpan, Senin (2/3/2026).
Poin lain keluhan warga karena polusi debu dan pencemaran udara. Pada musim kemarau, material pasir yang terbawa angin dari bak truk menyebabkan polusi debu tebal. Dampak ini berpotensi besar mengganggu pernapasan warga (ISPA) dan mengotori rumah-rumah di sepanjang jalur lintasan. Termasuk warung-warung makan.
"Kebisingan dan gangguan keamanan yang ditimbulkan armada tersebut juga bagian dikeluhkan warga karena truk saat melintas berkonvoi. Termasuk malam hari, mengganggu istirahat warga. Kecepatan truk yang tinggi di kawasan pemukiman juga membahayakan anak-anak dan pejalan kaki," jelasnya.
Kasi Trantib Kapanewon (Kecamatan,red) Seyegan, Tuntas Joko mengatakan bahwa keluhan warga terkait armada truk pengangkut galian C di Jalan Temen - Seyegan sudah pihkanya respon dan sampaikan ke Kabupaten Sleman.
"Termasuk keluhan warga terhadap truk-teuk itu yang tidak pakai tutup terpal di baknya," kata Joko di kantornya.
Sementara itu, Ketua RT 29, Kalurahan (Desa), Margodadi, Rusmianto mengakui jika banyak warga mengeluhkan keberadaan truk pembawa galian C. Pasalnya, truk-truk ini sebagaimana di sampaikan warga tidak tertib di jalan saat melintas, tidak memakai penutup terpal. Juga mengabaikan ketentraman warga pada malam hari. Serta Jalan semakin rusak dan banyak lubang di badan jalan.
Rusmianto berharap Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas Polda DIY harus bertindak tegas atas hal ini. Sehingga tidak timbul kesan bahwa polisi dan Dishub tutup dan melakukan pembiaran. Padahal dampak negatif yang ditimbulkan truk seperti ini sangat banyak. (M.Islam)

Post a Comment